[Foto] Deretan Cashew Cookies: Reguler dan Bebas Gluten

Beberapa bulan lalu, saya kerap membuat cashew cookies (kukis kacang mete). Sebelum berkutat dengan gluten free, saya membuat cashew cookies reguler alias menggunakan tepung terigu, it means gluten. Nah, sejak getol menemukan komunitas dan bahan-bahan gluten free (bebas gluten), saya lebih sering uji coba resep.

Di sini, saya tidak akan membahas bahan dan cara membuat cookies. Karena Anda bisa menemui resep gluten free cookies di internet, banyak sekali. Dalam tulisan kali ini, saya hanya memperlihatkan foto-foto cookies yang pernah saya buat. Ada yang jelek, lumayan, dan nggak menarik sama sekali. Gagal dan berhasil adalah dua hal yang harus kita hadapi saat memasak (entah cooking atau baking). Tapi percayalah, kukis-kukis itu endes marindes.

Regular Cashew Cookies

Cookies ini terbuat dari tepung terigu, margarine, gula pasir, telur, dan mete yang melimpah. Ada beberapa bagian cookies yang mendapatkan sapuan kuning telur di permukaan (top coating) terlalu banyak. Ada pula yang gosong.

 

 

Gluten Free Cookies

Cashew Sago Cookies. First time ever I made gluten free cookies. I made sago cashew cookies with margarine and javanese sugar. It looked creepy, but extremely delicious. Caranya, semua bahan dicampur lalu letakan di wadah dan simpan di lemari es selama sehari. Keesokan hari, keluarkan wadah lalu iris-iris adonan dan panggang. Kesimpulan dari cookies ini adalah rasa enak, komposisi bahan oks, tapi look-nya nggak banget.

 

Nah, Cashew Cheese Sago Cookies. The batter was lil’ bit sticky. Cookies ini saya buat bersamaan dengan Cashew Taro (foto bawah). Hasil kedua cookies tersebut gagal. Kalau yang ini sticky, yang satunya justru keras karena nggak pakai telur dan sering dijamah-jamah (dibentuk pakai tangan gitu loh). Rencana ingin membuat cookies jenis shortbread tapi gagal (lagi).

Cashew Taro Cookies. Kasus sama seperti atas. In this case, I just used to one whole cashew on top. I was a little disappointed, because I can’t eliminate distinctive aroma of taro. Produk gagal yang mau nggak mau harus dimakan. Kegagalan adalah teman saya saat membuat cookies maupun cake. Tapi justru itu yang membuat saya makin getol baking dan kaya (kaya pengalaman kegagalan, sis :) ) Itu nggak masalah, namanya juga orang masak, pasti pernah gagal dan sukses.

Still cashew taro, but I’ve successfully made crunchy and in good taste cookies. Caranya, mixer butter/margarine, kuning telur, dan gula sampai mengembang dan pucat. Selanjutnya masukan bahan kering, aduk-aduk sebentar. Hasil cookies mirip lidah kucing loh, meskipun bagian bawahnya gosong.

 

Itu dulu gallery foto dari dapur saya. Sekarang ini belum ada kukis baru lagi, karena saya lagi malas bikin kukis. Tunggu tulisan selanjutnya tentang liburan atau makanan ya. Dengan catatan, kalau saya tidak malas.


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>