3 Hak Cuti Buat Karyawan Perempuan

hak cuti karyawan perempuan

Karyawan perempuan berhak atas tiga hak cuti.

Hi gaes…
Gimana kabarnya? Lagi suntuk? Kerjaan lancar/lelah menghadapi teman yang super duper drama? Kalo memang kayak gitu, mending cuti trus liburan deh… Daripada kerja tapi demotivated, yha kaannn?

Nah, ngomong-ngomong soal cuti, kali ini saya akan membahas HAK-HAK CUTI BUAT KARYAWAN PEREMPUAN. Kenapa harus diomongin? Ya karena penting. Kalo ga penting, ngapain ditulis shay… Tadinya mau ngomongin ini di podcast, tapi males. Karena ngomong butuh energi lebih banyak daripada nulis.

Mengingat kita sebagai karyawan wajib menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya, tanpa cela kan… Nah, sekarang nih saatnya kita (kita??? :p) menikmati hak-hak cuti. Bahkan ada hak cuti yang bisa kita ambil setiap bulannya.

Oks, selama ini kita tahu kalo karyawan punya hak cuti. Seperti cuti tahunan, cuti besar (biasanya buat karyawan yang kerja di atas 5 tahun), cuti sakit, cuti bersama, dan cuti penting (seperti menikah, anak khitan, dan lain-lain). Khusus karyawan perempuan, setidaknya ada tiga hak cuti yang bisa digunakan. Ini sumbernya dari beberapa situs dan UU Ketenagakerjaan.

Cuti Menstruasi
Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan, “Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid”.

Berdasarkan UU, kalo mens, kita ga perlu kerja. Hak cuti ini ga memotong cuti tahunan & gaji. Tapi sebelumnya, kasih tahu ke HRD kalo lagi mens.

Kenyataannya, ga sedikit perusahaan yang mempersulit karyawan untuk mendapatkan cuti mens. Ada yang ga peduli soal hak cuti ini, ada yang ngasih cuti mens dengan syarat harus punya pernyataan surat dokter buat perusahaan. Bahkan ada juga yang mengharuskan punya surat dokter + bukti foto kita datang menemui dokter.

Yaelah, jangankan ke dokter. Buat jalan dari kamar mandi ke kasur aja perut rasanya melilit, kadang kram, kadang kaku, pokoknya serba salah kalo mau gerakin badan. Apalagi reaksi tubuh orang ketika mens itu beda-beda. Ada yang sakit-sakit lucu, sakit lumayan, sampai sakit luar biasa bahkan ada yang pingsan. Buat perempuan yang punya endometriosis. Mens itu kayak “neraka” atau berantem dengan Hulk/Thanos gitu. Ggghhhrrrr. Tapi intinya, orang mens itu cuman pengen selonjoran di sofa, gegoleran di kasur, ato rebahan santai di pasir putih pantai.

Cuti Hamil dan Melahirkan
Masih dari UU yang sama, “Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan”.

Ga kayak cuti menstruasi. Banyak perusahaan yang ngasih kebebasan ke karyawan soal cuti hamil dan melahirkan. Mau diambil sebulan sebeum due date boleh, diambil jelang melahirkan sampai 3 bulan ke depan juga boleh. Yang penting selama cuti hamil dan melahirkan, karyawan tetap mendapatkan gaji.

Satu lagi yang penting, cuti ini berlaku untuk semua karyawan yang hamil. Ga peduli dia kawin sah, kawin siri, atau single. Selama dia hamil dan akan melahirkan, cuti ini bisa mereka ambil.

Terakhir nih…

Cuti karena keguguran
UU mengatakan bahwa karyawan perempuan yang mengalami keguguran berhak untuk beristirahat selama 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan/bidan. Cuti ini sama seperti cuti hamil yah, karyawan tetap menerima gaji dan tidak mempersoalkan status perkawinan.

Seandainya ada temen kita ada yang ga dapat hak cuti berdasarkan UU Ketenagakerjaan sebaiknya dukung/temani dia buat ngobrol dengan HRD. Bisa juga, sebelum masuk ke kantor baru, sebaiknya tanya dulu tentang hak cuti di atas.

Buat teman-teman yang punya pengalaman soal cuti, yuk ahh cerita di kolom omentar. Siapa tahu ada yang mau berbagi pengalaman menyenangkan atau menjengkelkan. Oksip, ditunggu yah. Bhay!


Comments

  1. cuti karyawan …kadang suka dibeda2in deh ada tuh temen gue dulu udah ajuin cuti gk dibolehin..

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>