[Jajan] Mie Mirip di Mix Diner & Florist

Siang yang tak begitu panas, tapi perut sedang krucuk-krucuk memang paling enak ngobrolin soal makanan. Bukannya tambah lapar tuh? Nggak kok, malah bikin kenyang. *Bohong banget!

Makanan yang akan saya bahas di sini adalah mi instan. Ya, “makanan cepat saji” ini sudah dimaklumatkan sebagai makanan sejuta umat. Orang-orang tak peduli makanan tersebut mengandung vetsin atau monosodium glutamat (MSG). Kata teman saya, “Jangan banyak-banyak makan mi loh, ntar bego.” Ngggak peduli!

Kami hanya peduli aroma harum semerbak mewangi bumbu mi instan yang nggak sopan jalan-jalan ke hidung orang lain. Orang kenyang mencium aroma mi instan saja bisa berubah. Jadi lapar. Dan ingin makan lagi. Makan mi instan. Hahaha. Biasanya, biasanya loh ini, mi instan adalah makanan penyelamat anak indekos. Karena murah, meriah, dan mudah. Mereka bisa saja makan sop ayam bawang, kari ayam, soto Betawi, sop buntut, dendeng balado, sampai rendang tapi dalam bentuk mi instan!

Di Indonesia, mi instan tak hanya dijual di warung pinggir jalan, tapi mi instan sudah merambah ke cafe. Ya, menjadi sajian utama cafe. Istilahnya mi instan naik level lah. Salah satu cafe hits di Jakarta yang menjual mi instan adalah Mix Diner & Florist, Jl. Kapten Tendean 34, Mampang, Jakarta. Nah, karena kesuksesan sang pemilik, akhirnya mereka menancapkan usaha di kota peyangga selatan Jakarta, Depok. Tepatnya di Jalan Margonda, dekat Jl. Kober situ lah. Mereka menyuguhkan menu Mi Mirip, yaitu sajian mi instan yang mirip bungkusnya. Mereka menggunakan Indomie sebagai bahan utamanya.

Tempat:
Sebenarnya, tempat makan ini kurang cocok buat saya dan suami. Kalau mau mi instan, mending bikin sendiri atau ke warung mi dekat rumah saja. Karena penasaran, saya ajak suami ke sana. Suasana dan desain cafe memang ditujukan untuk anak muda/mahasiswa sih. Itu terlihat dari tampang mereka yang masih unyu-unyu lugu gitu deh.

Menu:
Kami memesan mi mirip jumbo *mi goreng, ayam keprek ancur *nggak ancur banget kok, dan dua es teh manis yang gelasnya malah mirip vas bunga. Semacam minum air sisa dari vas bunga kemarin deh.

Rasa:
Seperti mi pada umumnya. Mereka juga punya menu andalah, Mi Meter, yaitu mi instan yang disajikan setengah meter di wadah panjang. Buat ayam keprek juga biasa saja, meski ada fitur sambal pedas berlevel, tapi nggak spesial. Minuman? Ya seperti es teh pada umumnya lah.

Harga:
Sepiring mi instan goreng jumbo dibanderol Rp 25 ribu, ayam keprek nggak ancur Rp 18 ribu, es teh Rp7 ribu, dan sekadar info, mi meter Rp 40 ribu. Quite pricey isn’t?

Kembali lagi:
Nggak ahh.


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>