Saatnya Santap Swike Kodok dan Soto Sapi

Swieke Kuah

Swieke Kuah.

Liburan Idul Fitri lalu, saya pulang kampung! Kalo nggak pulkam, saya dan suami seperti sepasang kara. Karena kebanyakan keluarga kami di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Dalam pulkam atau biasa disebut mudik, kami harus datang ke beberapa kota di Jateng dan Jogja. Seperti Semarang, Purwodadi, sampai Bantul. Di sana, kami nggak hanya berkunjung ke rumah saudara saja. Tapi kami harus mencicipi hidangan khas daerah setempat atau setidaknya, kami menyantap makanan yang terkenal di sana.

Kalau di Semarang, kami makan tahu gimbal. Sebenernya, kami pengen makan tahu pong, tapi warungnya tutup. Di Purwodadi, kami makan Swike Kodok! Ini yang ngangenin. Karena daging kodok empuk kompak dengan kuah berbumbu tauco. Semakin sedap jika ditambah perasan jeruk nipis dan sedikit sambal!

Soto Seger Mbok Giyem.

Soto Seger Mbok Giyem.

Nah saat singgah di Boyolali, nggak lupa saya mencicipi gurihnya soto sapi. Kali ini, saya mampir ke Soto Seger Mbok Giyem. Mangkuk kecil berisi nasi, kecambah, dan irisan daging sapi bisa mengisi kekosongan perut kita. Agar semakin mantap, makan soto dengan bakwan jagung.

Jadi di meja warung, sudah tersedia piring-piring yang isinya tahu goreng, tempe gorong, bakwan jagung, sate, sampai jeroan goreng (babat, paru, otak) dan karupuk. Sebenernya saya suka otak goreng, tapi sayang produknya nggak ada. Kekurangan warung ini cuma satu: kotor!

Soto Seger Mbok Giyem.

Soto Seger Mbok Giyem.

Dulu waktu kecil, saya sering diajak ayah saya ke Soto Rumput, Boyolali. Bukan dari rumput, tapi warung soto seadanya itu dekat dengan rumput ilalang tempat para penggembala sapi/kambing mencari makanan buat hewan ternaknya. Sotonya sedap, dagingnya gurih, ditambah lezatnya otak sapi. Tapi keluarga saya nggak pernah ke situ lagi. Menurut mereka, rasa sedap soto hilang sejak warung menempati tempat baru yang lebih bagus dan bersih. Hahaha.

Saya cuma singgah dua jam di Boyolali. Perjalanan diteruskan ke Jogja via Klaten. Macet? Pasti! Kami terjebak dalam lautan kendaraan. Oiya, cerita bersambung ke postingan berikutnya. Saya mau makan lagi. Ciao!


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>