[Review] My Stupid Boss, antara film dan noda

Sudah lama sekali saya ingin nulis soal My Stupid Boss (MSB). Salah satu novel canda (noda) yang sangat saya suka sekali! Tapi karena alasan klasik -malas- jadi tertunda-tunda deh. Dalam rangka memeriahkan MSB 5 dan film MSB, akhirnya niat saya terkumpul untuk menulis MSB. Oks, dimulai dari noda dulu, baru filmnya ya.

Noda MSB
Saya tahu MSB dari teman -yang entah sekarang dia di mana- pada 2008 akhir atau 2009 awal. Nah, karena waktu itu belum punya duit buat beli buku (maklum habis lulus kuliah, saya kerja serabutan jadi duit pas-pasan), jadi saya baca noda di Gramedia. Waktu baca, saya ngakak-ngakak sendiri, sampai teman saya nanya, “Baca apaan sih?” Etapi, akhirnya saya beli nodanya, loh. Soalnya sudah kerja dan cukup mapan gitu deh. Mosok baca buku gratis mulu, di Gramedia pula.

MSB adalah noda yang ditulis oleh Diana -bukan nama sebenarnya-, warga Indonesia yang terpaksa bekerja di Malaysia. Ini bukan human trafficking, tapi karena harus mengikuti lokasi pekerjaan sang suami. Di sana, ia kerja di perusahaan milik orang Indonesia. Ia menjadi Kerani (bahasa Melayu: administrasi). Jangan harap si pengusaha baik -mengingat sesama Indonesia yah!- justru sebaliknya. Diana harus melalui siksaan bertubi-tubi. Ia wajib mengatasi keanehan dan kejanggalan di perusahaan, termasuk berhubungan dengan karyawan dan tentu saja si aneh Bossman. Anehnya siksaan nan menyakitkan itu malah lucu bin menjengkelkan pangkat dua ketika sudah menjadi MSB. Oiya, ia menggunakan Chaos@work sebagai nama penulis.
(more…)

Lay’s Vs. Pringles sour cream and onion: Lebih enak mana?

Karena terobsesi dengan makanan –baking, kuliner, dan snacking– jadi kali ini, saya menulis soal makanan versus makanan. Lebih tepatnya adalah snack atau keripik kentang dari jenama tersohor. Lay’s dan Pringles rasa sour cream and onion. Sebenarnya, saya sudah lama sekali nggak makan makanan ber-micin. Tapi karena obsesi, ya mau nggak mau beli, makan, merasa enak, setelah itu mual. Hahaha. Well, ini reaksi tubuh saya, mungkin reaksi tubuh Anda berbeda.

Oiya, saya juga terobsesi dengan tayangan Buzzfeed Food, yang membandingkan makanan sama tapi merek berbeda. Oks, mari mulai versus antara Lay’s dan Pringles.
(more…)

Karyawan (Sibuk) Bisa Terapkan Pola Hidup Sehat, Kok!

Anda tak akan menyadari kesehatan itu penting sebelum jatuh sakit ~ Nansays.

Pada 2012 atau 2013, saya pernah menyambangi sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual produk penunjang kesehatan di Pulogadung. Saat itu saya masih bekerja di kantor lama. Ketika ngobrol dengan beberapa karyawan, saya jadi berpikir, “Wah kesehatan karyawan di sini diperhatikan. Enak nih.” Bagaimana tidak enak, kalau ada karyawan yang kegemukan difasilitasi olahraga (tersedia di kantor) dan boleh menikmati susu rendah lemak (produksi mereka juga sih).

Etapi, ada seorang teman yang bilang kalau kerja di sana ada plus-minus. Ya, namanya juga perusahaan, sama seperti manusia, pasti ada nilai lebih dan kurang. Nggak usah diperdebatkan soal itu, kalau diulas bakal panjang. Saya fokus pada kesehatan karyawan yang diterapkan oleh Nutrifood. Ya, kali ini saya membahas pola hidup sehat yang diterapkan Nutrifood untuk karyawannya. Anda tahu kan apa saja produk mereka?

Tropicana Slim, Nutrisari, HiLo, L-Men, dan teman-temannya merupakan jenama Nutrifood. Perusahaan eksis sejak 1979 dengan produk andalan gula jagung rendak kalori dan sekarang telah memiliki beberapa jenama. Kalau nggak salah ya, kalau salah, tolong tinggalkan komentar di kolom bawah, sis. Kebetulan beberapa hari lalu, CEO Nutrifood, Mardi Wu, mampir ke kantor tempat saya bekerja. Meski ia lebih banyak membahas soal employee engagement dan non-performance appraisal, ia mau membeberkan soal kesehatan karyawan. Kesehatan termasuk engagement juga kan, ya?
(more…)

Saat Terpikat Gluten Free Cookies

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengurangi konsumsi gluten. Tapi apa daya, saya lemah iman. Kalau melihat fire floss, pizza, atau cheesecake, langsung hap-hap-hap. Eits, ini bukan kasus Saiful Jamil ya! No.

Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada gandum (termasuk tepung terigu (roti, cake, sereal, pasta, pizza) ya, sis) dan padi-padian seperti barley (jali), rye (gandum hitam), oats, triticale, dan spesies plus hibrida sejenisnya. Nggak masalah kan dengan semua itu? Nggak sih. Tapi, makanan berbahan baku gandum dkk. susah dicerna.

Menurut University of Leon, Spanyol (bodycology.com), bakteri baik yang hidup di usus dapat memecah protein gluten, tetapi tidak semua orang memiliki bakteri tersebut. Karena konsumsi antibiotik, ekosistem tubuh bagian dalam terluka, dan stress bisa menghancurkan semuanya, semua. Lebay. Nah, protein gluten ini resisten terhadap enzim pencernaan. Akibatnya, seseorang akan menderita penyakit pencernaan, kembung, mual, diare, poop bau menyengat (kalau dipikir, semua poop kan bau), dan sensitif terhadap gluten. Gluten juga dikaitkan pada perilaku meluap-luap anak autis. Di samping itu, sistem pencernaan anak autis dengan non-autis itu berbeda. Kalau Anda ada pengalaman dengan diet gluten untuk anak autis, tolong tulis di kolom komentar. Agar kita bisa saling tukar informasi ya, sis. By the way, tak masalah jika Anda masih mengonsumsi makanan bergluten sampai sekarang. Namun, tak semua orang bisa menikmati karena kondisi kesehatannya.
(more…)

Kehendak Orang Tua Vs. Cita-cita Anak

nanski joewono

David Beckham dan istrinya, Victoria, mengajarkan keempat anak mereka untuk bekerja keras, disiplin, sportif dalam berbagai bidang. David membebaskan cita-cita anak-anak mereka, yang pasti mereka tidak mudah mendapatkan uang jajan. Mereka harus bekerja part time di gerai milik sang ibu atau internship di kedai kopi. Foto: Indiana Express.

Beberapa hari lalu, kantor tempat saya kerja (nama kantor dirahasiakan ya…) kedatangan Rene Suhardono. Ia adalah konsultan SDM (sumber daya manusia), penulis buku, plus netizen kondang di jagat Twitter. Ia banyak ngomong soal karier, renjana (passion), kemahiran, hingga penguasaan seseorang (karyawan) terhadap sesuatu.

Tetapi, dalam pembicaraan di atas, saya tertarik soal renjana yang dipaksakan. Biasanya hal ini terjadi antara kehendak orang tua versus cita-cita anak. Salah satu orang yang menjadi “korban” kehendak orang tua adalah saya.

“Hati-hati terhadap orang tua. Saat Anda sudah menginstruksikan ke anak, bahwa mereka akan melakukannya sesuatu, sebagai anak kecil itu sebuah instruksi,” kata pemilik akun @ReneCC.
(more…)