Cerita tentang Gluten Free Cookies

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengurangi konsumsi gluten. Tapi apa daya, saya lemah iman. Kalau melihat fire floss, pizza, atau cheesecake, langsung hap-hap-hap. Eits, ini bukan kasus Saiful Jamil ya! No.

Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada gandum (termasuk tepung terigu (roti, cake, sereal, pasta, pizza) ya, sis) dan padi-padian seperti barley (jali), rye (gandum hitam), oats, triticale, dan spesies plus hibrida sejenisnya. Nggak masalah kan dengan semua itu? Nggak sih. Tapi, makanan berbahan baku gandum dkk. susah dicerna.

Menurut University of Leon, Spanyol (bodycology.com), bakteri baik yang hidup di usus dapat memecah protein gluten, tetapi tidak semua orang memiliki bakteri tersebut. Karena konsumsi antibiotik, ekosistem tubuh bagian dalam terluka, dan stress bisa menghancurkan semuanya, semua. Lebay. Nah, protein gluten ini resisten terhadap enzim pencernaan. Akibatnya, seseorang akan menderita penyakit pencernaan, kembung, mual, diare, poop bau menyengat (kalau dipikir, semua poop kan bau), dan sensitif terhadap gluten. Gluten juga dikaitkan pada perilaku meluap-luap anak autis. Di samping itu, sistem pencernaan anak autis dengan non-autis itu berbeda. Kalau Anda ada pengalaman dengan diet gluten untuk anak autis, tolong tulis di kolom komentar. Agar kita bisa saling tukar informasi ya, sis. By the way, tak masalah jika Anda masih mengonsumsi makanan bergluten sampai sekarang. Namun, tak semua orang bisa menikmati karena kondisi kesehatannya.
(more…)

Kehendak Orang Tua Vs. Cita-cita Anak

nanski joewono

David Beckham dan istrinya, Victoria, mengajarkan keempat anak mereka untuk bekerja keras, disiplin, sportif dalam berbagai bidang. David membebaskan cita-cita anak-anak mereka, yang pasti mereka tidak mudah mendapatkan uang jajan. Mereka harus bekerja part time di gerai milik sang ibu atau internship di kedai kopi. Foto: Indiana Express.

Beberapa hari lalu, kantor tempat saya kerja (nama kantor dirahasiakan ya…) kedatangan Rene Suhardono. Ia adalah konsultan SDM (sumber daya manusia), penulis buku, plus netizen kondang di jagat Twitter. Ia banyak ngomong soal karier, renjana (passion), kemahiran, hingga penguasaan seseorang (karyawan) terhadap sesuatu.

Tetapi, dalam pembicaraan di atas, saya tertarik soal renjana yang dipaksakan. Biasanya hal ini terjadi antara kehendak orang tua versus cita-cita anak. Salah satu orang yang menjadi “korban” kehendak orang tua adalah saya.

“Hati-hati terhadap orang tua. Saat Anda sudah menginstruksikan ke anak, bahwa mereka akan melakukannya sesuatu, sebagai anak kecil itu sebuah instruksi,” kata pemilik akun @ReneCC.
(more…)

Tipe Netizen yang Menyebalkan hingga Menyenangkan, Anda Termasuk yang Mana?

nanskijoewono

Unggahan foto seperti menu makan ini justru lebih populer dibanding pemiliknya

“Ini kan akun gue, jadi gue bebas mau share apa aja,” kata seorang teman menyebalkan kepada saya.

Saya yang mengkritik postingannya –postingan yang saya anggap “memicu” kebencian– cuma bisa diam. Males komentar lagi, sis.

Ya, beginilah era perkembangan teknologi diikuti pamor media sosial (medsos — Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat, dll) makin nge-hits. Ada banyak netizen –dalam hal ini diartikan sebagai pengguna medsos– yang memanfaatkan medsos secara benar. Tapi tak sedikit yang gagap dan bodoh. Mereka pikir, mereka bebas melakukan apa saja dengan medsos. Padahal tak segampang itu, justru penggunaan medsos atau platform digital lainnya membutuhkan tanggung jawab ekstra.

Semakin teknologi berkembang dan memudahkan manusia, tuntutan bertanggung jawab semakin berat ~ Nansays.

(more…)

Natural Bread Recipe by Wied Harry

nanski joewono

Hasil karya peserta kelas Natural Bread by Wied Harry. Semua roti tersebut less gluten, less sugar, no egss, dan menggunakan bahan alami seperti wortel dan kentang.

Hidup sehat itu bertahap, tidak langsung (gaya hidup) berubah semuanya ~ Wied Harry

Nama Wied Harry pasti tak asing di telinga buat penggemar kuliner Nusantara. Pria lulusan IPB ini jago mengenai kuliner, mulai dari pangan lokal, mengolah makanan, bahan natural dan/atau organik, food styling, praktisi food combining, manajemen pangan, apa lagi keahliannya? Ahh, banyak sekali. Yang pasti, asik banget kalau bisa “berguru” dengan pak Wied.

Pada Sabtu (12/03/2016) lalu, saya berkesempatan belajar dengan pak Wied di rumahnya, di daerah Bogor, Jawa Barat. Di sana, saya belajar soal membuat Natural Bread dan seluk-beluk bahan baku yang kita konsumsi sehari-hari. Mengapa harus natural bread?

Jadi begini, seperti kita tahu, di luar sana tak sedikit beredar roti berbahan baku tidak/kurang sehat. Untuk tetap menikmati roti dengan bahan baku berkualitas dan harga terjangkau, sebaiknya mengonsumsi roti vegan. Kalau roti vegan dirasa masih kurang mengundang selera — meskipun sehat, kita bisa mengurangi bahan lain atau membuat natural bread dengan perbandingan bahan natural versus semi natural itu 60% : 40%. Selanjutnya penggunaan bahan natural bisa ditingkatkan lebih banyak lagi.
(more…)

Marketing Strategy of Media oleh Samuel Mulia

nanskijoewono

Banyak orang yang mengkritik Gwyneth Paltrow, kata mereka produk Goop sangat mahal. Tetapi ia tak peduli hal tersebut, Goop tetap berjalan dan sudah memiliki target market. Goop telah menentukan brand of positioning. Foto: Vanity Fair

Beberapa bulan lalu, kantor saya bekerja (nggak udah disebutin namanya :D) kedatangan penulis fashion, lifestyle, pemimpin redaksi, dan penikmat kuliner, Samuel Mulia. Bagi Anda pembaca Kompas cetak Minggu pasti tahu dong lelaki tersebut?

Kedatangan cowok langsing itu — sebenarnya — untuk mengajari kami — saya dan teman-teman sebagai penulis — soal ‘how to write fashion articles‘. Tetapi dalam kenyataannya, justru ia menyampaikan hal lain, yang tak kalah penting sebelum menulis. Lebih tepatnya tentang strategi pemasaran media atau Marketing Strategy of Media.

“Tiga hal yang saya selalu terapkan dalam pekerjaan adalah KPK,” om Samuel membuka pembicaraan.

Eits, ini bukan soal Komisi Pemberantasan Korupsi loh ya. Tetapi KPK di sini adalah Know you brand, Personify, Know your audience. Karena kantor saya itu media, jadi membahas soal meja redaksi dan marketing — di banyak perusahaan media, kedua meja itu sering nggak klop, berbenturan, dan memicu perpecahan perusahaan! Lebay sih, tetapi ya begitulah adanya.
(more…)