Tipe Netizen yang Menyebalkan hingga Menyenangkan, Anda Termasuk yang Mana?

nanskijoewono

Unggahan foto seperti menu makan ini justru lebih populer dibanding pemiliknya

“Ini kan akun gue, jadi gue bebas mau share apa aja,” kata seorang teman menyebalkan kepada saya.

Saya yang mengkritik postingannya –postingan yang saya anggap “memicu” kebencian– cuma bisa diam. Males komentar lagi, sis.

Ya, beginilah era perkembangan teknologi diikuti pamor media sosial (medsos — Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat, dll) makin nge-hits. Ada banyak netizen –dalam hal ini diartikan sebagai pengguna medsos– yang memanfaatkan medsos secara benar. Tapi tak sedikit yang gagap dan bodoh. Mereka pikir, mereka bebas melakukan apa saja dengan medsos. Padahal tak segampang itu, justru penggunaan medsos atau platform digital lainnya membutuhkan tanggung jawab ekstra.

Semakin teknologi berkembang dan memudahkan manusia, tuntutan bertanggung jawab semakin berat ~ Nansays.

(more…)

Natural Bread Recipe by Wied Harry

nanski joewono

Hasil karya peserta kelas Natural Bread by Wied Harry. Semua roti tersebut less gluten, less sugar, no egss, dan menggunakan bahan alami seperti wortel dan kentang.

Hidup sehat itu bertahap, tidak langsung (gaya hidup) berubah semuanya ~ Wied Harry

Nama Wied Harry pasti tak asing di telinga buat penggemar kuliner Nusantara. Pria lulusan IPB ini jago mengenai kuliner, mulai dari pangan lokal, mengolah makanan, bahan natural dan/atau organik, food styling, praktisi food combining, manajemen pangan, apa lagi keahliannya? Ahh, banyak sekali. Yang pasti, asik banget kalau bisa “berguru” dengan pak Wied.

Pada Sabtu (12/03/2016) lalu, saya berkesempatan belajar dengan pak Wied di rumahnya, di daerah Bogor, Jawa Barat. Di sana, saya belajar soal membuat Natural Bread dan seluk-beluk bahan baku yang kita konsumsi sehari-hari. Mengapa harus natural bread?

Jadi begini, seperti kita tahu, di luar sana tak sedikit beredar roti berbahan baku tidak/kurang sehat. Untuk tetap menikmati roti dengan bahan baku berkualitas dan harga terjangkau, sebaiknya mengonsumsi roti vegan. Kalau roti vegan dirasa masih kurang mengundang selera — meskipun sehat, kita bisa mengurangi bahan lain atau membuat natural bread dengan perbandingan bahan natural versus semi natural itu 60% : 40%. Selanjutnya penggunaan bahan natural bisa ditingkatkan lebih banyak lagi.
(more…)

Marketing Strategy of Media oleh Samuel Mulia

nanskijoewono

Banyak orang yang mengkritik Gwyneth Paltrow, kata mereka produk Goop sangat mahal. Tetapi ia tak peduli hal tersebut, Goop tetap berjalan dan sudah memiliki target market. Goop telah menentukan brand of positioning. Foto: Vanity Fair

Beberapa bulan lalu, kantor saya bekerja (nggak udah disebutin namanya :D) kedatangan penulis fashion, lifestyle, pemimpin redaksi, dan penikmat kuliner, Samuel Mulia. Bagi Anda pembaca Kompas cetak Minggu pasti tahu dong lelaki tersebut?

Kedatangan cowok langsing itu — sebenarnya — untuk mengajari kami — saya dan teman-teman sebagai penulis — soal ‘how to write fashion articles‘. Tetapi dalam kenyataannya, justru ia menyampaikan hal lain, yang tak kalah penting sebelum menulis. Lebih tepatnya tentang strategi pemasaran media atau Marketing Strategy of Media.

“Tiga hal yang saya selalu terapkan dalam pekerjaan adalah KPK,” om Samuel membuka pembicaraan.

Eits, ini bukan soal Komisi Pemberantasan Korupsi loh ya. Tetapi KPK di sini adalah Know you brand, Personify, Know your audience. Karena kantor saya itu media, jadi membahas soal meja redaksi dan marketing — di banyak perusahaan media, kedua meja itu sering nggak klop, berbenturan, dan memicu perpecahan perusahaan! Lebay sih, tetapi ya begitulah adanya.
(more…)

[Jalan-jalan] “Membongkar” Rumah Indis di Lasem (2)

nanski joewono

Pintu masuk Lawang Ombo dari sisi samping. Konon, bangunan ini berdiri sekitar 1830-an dan di dalamnya terdapat nisan tertulis 1855.

Setelah menulis “Membongkar” Rumah Indis di Lasem 1, saya bakal melanjutkan bagian kedua. Pada bagian ini akan membahas (jangan berpikir pembahasan serius ya…) rumah indis – tentunya percampuran rumah gaya Fujian, Tiongkok – berdasarkan keterangan mbak Agni Malagina di National Geographic.

Lawang Ombo
Beberapa referensi yang saya baca, Lasem tak hanya dikenal sebagai kota bersejarah atau warisan dunia. Menurut para peneliti – terutama peniliti budaya dan sejarah – Lasem juga terkenal sebagai kota candu (opium) – bahasa keren sekarang narkoba. Pasalnya, Lasem merupakan kota perdagangan candu terbesar di Hindia Belanda era abad 18-19 M, diperkirakan rumah dibangun 1860-an. Pemilik bernama Liem Kok Sing, saudagar kaya raya. Salah satu bisnisnya adalah penyelundupan candu dan rumah Liem ini besar dan lebar.
(more…)

Yuk, Atur Strategi Blog dan Medsos Fashion

nanski joewono

Akhirnya menginjakkan kaki di Social Media Week 2016.

Kegiatan Social Media Week (SMW) Jakarta 2016 tak semua membahas teknologi, aplikasi, dan platform secara teknis. Ada juga diskusi teknologi yang menyasar anak hipster, anak kekinian, atau anak muda? Ya, Anda tahu lah maksud saya.

Salah satu acara buat anak muda dan/atau yang berjiwa muda adalah The Role of Social Media for Fashion Influencer. Dengan nara sumber Ayla Dimitri dan Anastasia ‘Anaz’ Siantar, acara SMW “mendadak” berubah. Gimana nggak berubah, kalau yang datang sore itu nara sumber dan peserta fashionable? Duh, jadi ingat tagline fashionable people, sustainable planet’. Hihihi.

Buat fashion addict, pasti nggak asing dengan dua nama di atas kan? Yes, mereka disebut pelopor fashion influencer atau fashion blogger di Indonesia. Ketika fashion blogger Indonesia belum menjamur seperti sekarang, mereka sudah mulai dari hal-hal sederhan, misalnya, sering foto pakai baju baru. Sekarang mereka tinggal memanen keuntungan, apalagi mereka menggunakan platform digital media dan saat ini perkembangan dunia digital seperti roket.
(more…)