Waktu yang Tepat Nelayan Melek Teknologi dan Informasi

Pasti kita sudah sering sekali mendengar, “Hasil laut Indonesia sangat besar, jenis ikannya banyak, tetapi nelayannya kok miskin?” Pernah dengar, kan?

Dalam rangka kemeriahan Social Media Week (SMW) 2016, saya akan menulis tentang nelayan dan teknologi. Karena topik tersebut dikupas – belum tuntas – di SMW oleh bu Gayatri Reksodihardjo Lilley bersama Tone – perusahaan aplikasi. Yuk, cuss.

Sore yang dingin di dalam Hall 8th Senayan City, bu Gayatri menceritakan pengalamannya bekerja di bidang perikanan. Ingatan saya langsung tertuju ke bu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Mereka ini sama-sama perempuan, gaya boyish, nge-rock, rambut wavy, dan pekerjaan mereka berhubungan dengan air dan ikan.

Menurut bu Gayatri, perikanan Indonesia terbesar kedua di dunia. Produksi ikan tangkapan Indonesia juga bervasiasi, mulai dari teri, tuna, sampai ikan hias, semuanya ada loh. Tetapi, nasib para nelayan tidak sebanding dengan tangkapnya. Di negara kita tercinta ini, masih banyak nelayan tradisional. Maksudnya, mereka menangkap ikan secara manual, alat transportasi ke laut juga seadanya, kualitas penyimpnan ikan – setelah ditangkap – juga bisa dibilang ya-gitu-deh.
(more…)

Brand of Brothers by HH

Mas Handoko Hendroyono berbagi ilmu soal brand, marketing, dan sekelumit masalah pertanian dan perfilman.

Sebenernya, masih banyak informasi tentang Lasem. Tetapi, saya belum sempat edit foto, meskipun tulisannya sudah jadi (malas ngedit cin!). Yah, apa boleh buat, mending saya posting tentang dunia marketing dan digital. Kali ini, saya akan menulis tentang Brand of Brothers dari mas Handoko Hendroyono. Lelaki tinggi langsing ini sharing di forum anak muda di Depok. Tidak semua materi akan ditulis, soalnya kemampuan tikpet (ketik cepet) saya melemah gara-gara gawai layar sentuh (tahu kan apa yang saya maksud ini…).

Buat yang belum kenal, cek namanya di Google. Pasti ketemu deh. Hehe. Saya rasa ilmu mas Handoko penting untuk dibagikan, karena sangat relevan saat ini. Ya, brand (jenama) menjadi penting ketika produsen ingin menjual barang/jasa ke pasar dan jenama diingat terus oleh konsumen. Tetapi bagaimana membangun sebuah brand? Sulit atau tidak? Langsung simak di bawah ini, deh.

Menurut mas Handoko, membuat brand seperti membentuk sebuah band, begitu juga sebaliknya. Ada kemiripan. Seriously berat.
(more…)

[Jalan-jalan] “Membongkar” Rumah Indis di Lasem (1)

nanananski

Rumah bergaya Indis banyak dijumpai di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Sudah sejak lama, saya ingin sekali ke Lasem. Keinginan ini sudah ada pasca melihat Ca Bau Kan, film karya Nia Dinata. Salah satu lokasi syuting filmnya di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Nah, mumpung ada cuti akhir tahun, saya dan suami merealisasikan untuk Jalan-jalan ke Lasem. Mungkin destinasi Lasem terdengar aneh, tetapi banyak orang yang ke sini loh. Nggak percaya? Cek saja #lasemheritage dan #savelasem di Twitter atau Instagram.

Oks, perjalanan kami saya ke Lasem diawali dengan menghubungi tour guide. Ia adalah mas Pop (Baskoro), putera daerah asal Rembang, yang punya segudang cerita tentang Rembang dan Lasem. Rugi kalo nggak ikut open trip mas Pop.

Saya berangkat dari rumah ke terminal Rawamangun dengan tekad kuat dan optimisme pada malam Natal (24/12/2015). Sesampainya di sana, nasib saya terkatung-katung. Jadwal berangkat pukul 16.00, motor menjadi 20.00 WIB. Setelah itu, bus Pahala Kencana yang saya tumpangi (Jakarta-Malang) menjemput penumpang di Bekasi dan berhenti lama sekali. Usut punya Usut, sepanjang tol Cipali/Cikampek macet total. Jadi, kru bus lebih baik berhenti sejenak dari kemacetan the longest weekend daripada terjebak nostalgia di jalan raya. Eww.
(more…)

Tom Hardy: Antara Locke, Legend, dan The Revenant

Tom Hardy/mashable.com

Tom Hardy saat menghadiri premiere film The Revenant.

Sudah sebulan lebih, saya melupakan blog tercinta ini. Sebenarnya, saya nggak sibuk banget, tetapi selalu ada saja sandungan setiap kali ingin nge-blog. Paling mentok, saya mengisi laman Tumblr. Silakan kalau ingin buka akun Tumblr saya.

Well, kali ini saya ingin nge-blog soal film. Jangan mengharapkan tulisan ini seperti kritik film loh, jauh. Jauh dari harapan. Ini cuma tulisan iseng dari penggemar film, terutama film yang dibintangi aktor ganteng bin karismatik seperti Tom Hardy. Yup, sejak membintangi Inception (2010), nama Tom Hardy melambung tinggi. Apalagi setelah muncul dalam trilogi Batman, The Dark Knight Rises, Tom seperti roket. Padahal sebelumnya, ia sudah kerap muncul di serial televisi di UK dan US.

Karena aktingnya yang mengintimidasi, saya iseng ingin menulis tentang British actor ini. Saya menyoritu film Legend (2015), The Revenant (2015), dan Locke (2013). Siapa yang sudah nonton ketiganya? Film tersebut sangat luar biasa, bukan hanya Tom tetapi parapemain, naskah, sutradara, dan tentu saja kerja keras kru di belakang layar.
(more…)

[Jalan-jalan] Menikmati Lasem dari Mulut dan Perut

Ke manapun destinasi saya, makan adalah kuncinya. Apalagi menunya asli daerah setempat, jangan sampai melewatkan kesempatan emas itu! Dan, kuliner daerah yang belum lama ini saya cicipi adalah makanan khas Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Jarak Lasem ke Jakarta tidak pendek. Berdasarkan Google Maps, perlu waktu 10 jam 45 menit untuk menempuh jarak 595 kilometer. Meskipun hal itu mustahil di tengah kemacetan biadab jalur Pantai Utara (Pantura). Belum lagi, jalanan dikuasai oleh truk dan bus AKAP. What a crazy damn thing.

Perjalanan saya menuju Lasem menggunakan jasa transportasi publik, bus Pahala Kencana. Butuh waktu 22 jam untuk sampai tujuan. Perjalanan kali ini sungguh melelahkan.
(more…)