[Review] Camp X-Ray: Ketika Penjaga Dekat Dengan Napi

Camp X-Ray

Beberapa waktu lalu, Kristen Stewart sempat menyatakan bahwa dirinya ingin melepaskan bayang-bayang franchise Twilight. Padahal justru film itu yang melambungkan namanya. Sehingga ia memilih film menantang.

Mungkin juga manajer sang aktris ingin mendorong kualitas aktingnya, supaya ekpresinya tidak seperti BATU, atau K-Stew ingin menambah skill akting dengan menjajal karakter yang serius. Usaha bagus untuk K-Stew. Salah satu film K-Stew yang layak dilihat -via DVD, streaming, atau download ilegal – adalah Camp X-Ray. Tapi, jangan berharap lebih soal ekspresi K-Stew yes….

Camp X-Ray menceritakan tentang kamp tahanan teroris di Guantanamo Bay. Sebenarnya, selain tahanan teroris 9/11 juga ada sih. Ada puluhan atau mungkin ratusan tahanan teroris di sini. Mereka diperlakukan semena-mena.

Menurut tentara US, para tahanan telah menumbangkan kejayaan negeri Paman Sam pada 9/1. Bahkan mereka menyebut tahanan dengan nama narapidana (napi). Sebaliknya, para tahanan tidak bersalah dan tak mau menuruti aturan penjara. Karena dengan menuruti pihak US itu artinya menyerahkan harga diri dan tak berhak atas diri mereka sendiri.

Nah, setiap enam bulan sekali, Camp X-Ray mengganti penjagaan. Squad penjaga (tentara) baru ini tersisip satu perempuan. Ia adalah Amy Cole (K-Stew). Di sinilah konflik bergulir.

Singkatanya, Amy dekat dengan Ali (Peyman Moaadi). Mereka saling tukar pengalaman, padahal penjaga dilarang ngobrol bersama tahanan. Boleh ngobrol tapi sesuai kebutuhan saja. Kalau omongan tahanan sudah keterlaluan, penjaga berhak memindahkan tahanan ke ruang lain setiap dua jam sekali, tak jarang mereka disiksa.

Sampai akhirnya, saat tugas Amy hampir berakhir, Ali sangat frustrasi terhadap nasibnya. Ia mengancam bunuh diri, namun ia mengurungkan niatnya. Amy pulang. Ali mendapatkan bahan bacaan impiannya, Harry Potter.

Secara keseluruhan, cerita film ini lumayan. Tapi akting K-Stew belum mumpuni. Secara fisik, sutradara Peter Sattler juga kurang mempersiapkan body K-Stew seperti tentara perempuan. Persoalan yang dialami Ali juga kurang digali, padahal hal itu memungkinkan untuk disajikan lebih dalam. Coba kalau aktrisnya Hilary Swank.

Sekian dulu review dari saya – pengamat film amatir – tentang Camp X-Ray. Jika ada tambahan atau koreksi, silakan tulis di kolom respon.


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>