Saat Terpikat Gluten Free Cookies

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengurangi konsumsi gluten. Tapi apa daya, saya lemah iman. Kalau melihat fire floss, pizza, atau cheesecake, langsung hap-hap-hap. Eits, ini bukan kasus Saiful Jamil ya! No.

Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada gandum (termasuk tepung terigu (roti, cake, sereal, pasta, pizza) ya, sis) dan padi-padian seperti barley (jali), rye (gandum hitam), oats, triticale, dan spesies plus hibrida sejenisnya. Nggak masalah kan dengan semua itu? Nggak sih. Tapi, makanan berbahan baku gandum dkk. susah dicerna.

Menurut University of Leon, Spanyol (bodycology.com), bakteri baik yang hidup di usus dapat memecah protein gluten, tetapi tidak semua orang memiliki bakteri tersebut. Karena konsumsi antibiotik, ekosistem tubuh bagian dalam terluka, dan stress bisa menghancurkan semuanya, semua. Lebay. Nah, protein gluten ini resisten terhadap enzim pencernaan. Akibatnya, seseorang akan menderita penyakit pencernaan, kembung, mual, diare, poop bau menyengat (kalau dipikir, semua poop kan bau), dan sensitif terhadap gluten. Gluten juga dikaitkan pada perilaku meluap-luap anak autis. Di samping itu, sistem pencernaan anak autis dengan non-autis itu berbeda. Kalau Anda ada pengalaman dengan diet gluten untuk anak autis, tolong tulis di kolom komentar. Agar kita bisa saling tukar informasi ya, sis. By the way, tak masalah jika Anda masih mengonsumsi makanan bergluten sampai sekarang. Namun, tak semua orang bisa menikmati karena kondisi kesehatannya.

Inti bahan baku Keju Gula Palem itu hanya lima. Bahannya pun mudah ditemui di rumah, kok.

Briefly, pak Wied Harry lagi-lagi mengadakan mini workshop membuat gluten free recipe. Kali ini, ia mengadakan workshop membuat gluten free cookies dan bakso. Saya mengikuti grup cookies. Meskipun saya sudah pernah membuat cookies sagu mede dan maizena sagu mede, tetap saja penasaran ikut kelas pak Wied. Soalnya, saya merasa butuh chit-chat dengan sang ahli.

Oks. Saya dan dua orang teman membuat lima resep cookies. Yaitu nastar strawberry, kaastengels, putri salju mede, keju gula palem, dan mawar gula merah. Untung bukan mawar berduri, loh. Karena ini cookies bebas gluten, jadi kami menggunakan tepung BKM (beras, kanji, maizena) dengan perbandingan 6:3:1. Anda juga boleh menggunakan sagu, garut, ganyong, mocaf, ataupun beras ketan. Cookies menggunakan gula secara moderate. Jadi nggak manis banget.

Resep pak Wied nggak beda jauh dengan resep gluten free cookies milik chef atau food blogger. Anda pun bisa melihat resep mereka yang berserakan di internet, kok. Oiya meski resepnya sama, kalau metode memasaknya tidak sesuai resep, hasil akhirnya pun akan berbeda. Di tulisan selanjutnya, saya akan bahas metode membuat cookies sesuai keinginan.

Intinya, cookies menggunakan tepung gluten free (tepung bkm, mocaf, ganyong, sagu, garut, sorghum, ubi ungu), kuning telur, minyak kelapa atau butter, dan gula*. Anda juga bisa menambahkan kacang-kacangan (almond, mede, kacang tanah, dll), selai buah, chocochips, dan keju.

Buat Anda yang sensitif, alergi, atau sedang diet gluten, coba saja Gluten Free Cookies. Enak dan mengenyangkan! Selamat mencoba.

* Optional


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>