[Jajan] Sate Rembiga Ama’ Sopi: Pedas Menggigit

image

Indonesia kaya sumber daya alam. Berbagai jenis sayuran, rempah-rempah, sampai buah tumbuh subur. Hewan tak berkaki hingga berkaki empat juga ada di sini. Sehingga, produk-produk di atas memengaruhi makanannya. Mulai dari kudapan, sup, sampai makanan utama (nasi dan lauk-pauk. Dengan kata lain, kuliner Indonesia sangat beraneka ragam. Benar begitu?

Nah, salah satu kuliner yang menggabungkan produk hewani dan rempah-rempah adalah sate rembiga. Sudah pernah mendengar atau mencicipi sate rembiga? Jika belum, Anda lihat dulu apa dan bagaimana wujud sate tersebut.

Ini adalah pertama kali, saya menyambangi Sate Rembiga Ama’ Sopi. Alasan ke sini, karena diajak teman-teman dan lokasinya mudah dijangkau dari kantor. Jadi, pulang kantor isi perut dulu, sebelum berjibaku di CommuterLine.

Menu

Di sana, saya memesan satu paket 1 Porsi + Sop (sate 10 tusuk dan sop sayur-daging). Cukup lama menunggu pesanan dengan kondisi warung kaki lima yang cukup ramai. Saya kira hal itu terjadi, karena penjualnya masih muda dan baru belajar dagang.

Setelah pesanan keluar, saya langsung mencomot sate daging yang bentuk langsing! Gigitan pertama, saya rasakan pedas manis di mulut. Tidak alot apalagi berlemak. Tapi rasa pedas makin menguat ketika saya mengunyahnya. Kemiri yang ada di tubuh sate semakin menguatkan ciri khas sate Rembiga dengan lainnya.

1 Porsi + Sop

Tak mau berhenti di situ, saya cicipi sop yang isinya kol, buncis, dan seuprit potongan daging. Rasanya tak terlalu istimewa, dominasi bawang puting, lada, dan bumbu instan (sepertinya) kuat. Singkirkan. Mari menikmati sate lagi. Satenya bikin nagih!

Dengan ukuran slim dan terdiri 10 tusuk, rasanya saya ingin “nambah” lagi. Karena rasa pedas manis ini membuat saya kangen dengan masakan Jawa Tengah-an. Jika satu porsi sate kurang, kita bisa “nambah” 1/2 atau satu porsi lagi.

Buat Anda, penyuka sate dan makanan pedas, tak ada salahnya menikmati sate Rembiga ini. Tapi, Anda harus sabar menanti pesanan dan kebisingan di Petamburan ya…

Catatan: Sate Rembiga berasal dari Rembiga, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ada juga yang menyebut sate bantengan, karena si penjual sate ada di kawasan Rembiga, jadilah sate Rembiga.

Bahan utama sate ini bisa daging sapi, kerbau, bahkan kuda. Bumbunya terdiri dari cabai merah besar kering, bawang putih, kemiri, gula aren, dan gula putih. Cara membuatnya, bumbu dihaluskan jadi satu, lalu daging dipotong kecil-kecil. Sebelum membakarnya, celup sate dibumbu yang sudah dihaluskan.

Nama: Sate Rembiga Ama’ Sopi
Jalan: Jl. K. S. Tubun 3 (dekat Asrama Brimob), Jakarta Barat
Rasa: 3,5 dari 5
Pelayanan: 2,5 dari 5
Harga: 3 dari 5


Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>