[Jajan] Warung Arek2 1927: Buat yang Kangen Makanan Surabaya

Lagi-lagi artikel jajan. Ya mau gimana lagi dong? Kalau nanti nulis soal politik, takut saya (padahal sih nggak ngerti sama sekali), terus kalau salah nanti di-bully di media sosial. Oh tidak. Itu adalah salah satu yang saya takutkan dalam hidup. Untuk ketiga kali berturut-turut, saya mengunggah artikel kuliner. Soalnya, materi kuliner masih banyak tapi malas nulis di blog. Ya biasa lah, pekerjaan saya itu banyak, lebih banyak dari presiden loh. Hehehe. Bohong banget!

Oks. Artikel kali ini saya dedikasikan untuk orang Surabaya yang merantau atau penggemar kuliner Surabaya yang tinggal di kota metropolitan. Karena saya akan menulis warung yang menjual makanan khas Surabaya yang ada di daerah Depok, Jawa Barat, dan Jakarta.

Warung Arek-Arek 1927 Cak More adalah warung kaki lima yang menjual makanan khas Surabaya. Saya dan suami menemukan warung ini secara random. Nggak disengaja. Pas melintasi Jalan Margonda, pas lihat warung pinggir jalan ini.
(more…)

[Jajan] Nasi Goreng Mafia: Aroma Kuat dan Rasa Menyengat

Buat penggemar makanan pedas, Anda harus menyempatkan waktu pergi ke restoran Nasi Goreng Mafia (NGM). Seperti namanya, NGM memiliki beragam manu nasi goreng plus nasi gila dan nasi telur kecap.

Bedanya apa dengan nasi goreng yang dijual abang PKL/warung/restoran lain? Level kepedasan! Sesuai permintaan pembeli, nasi goreng bisa dibuat dengan rasa SUPER DUPER PEDAS! Menurut saya, NGM ini bagian konspirasi para mafia. Gimana nggak konspirasi, kan di mana-mana mafia nggak memperlihatkan diri. Lah ini? Atau nama mafia diambil karena manajemen NGM sudah melihat perilaku mafia yang kejam dengan ancaman pedas? Hahaha.

Meski kehadiran NGM sejak 2013 (kalau nggak salah ya…), saya baru menikmatinya akhir 2015. Saat itu, saya dan suami sedang berada di Terminal Rawamangun. Kami akan berangkat ke Lasem, Jawa Tengah, dijadwalkan pukul 16.00 meski kenyataannya bus berangkat pukul 20.00. Soal jalan-jalan ke Lasem, klik di sini.
(more…)

[Jajan] Mie Mirip di Mix Diner & Florist

Siang yang tak begitu panas, tapi perut sedang krucuk-krucuk memang paling enak ngobrolin soal makanan. Bukannya tambah lapar tuh? Nggak kok, malah bikin kenyang. *Bohong banget!

Makanan yang akan saya bahas di sini adalah mi instan. Ya, “makanan cepat saji” ini sudah dimaklumatkan sebagai makanan sejuta umat. Orang-orang tak peduli makanan tersebut mengandung vetsin atau monosodium glutamat (MSG). Kata teman saya, “Jangan banyak-banyak makan mi loh, ntar bego.” Ngggak peduli!

Kami hanya peduli aroma harum semerbak mewangi bumbu mi instan yang nggak sopan jalan-jalan ke hidung orang lain. Orang kenyang mencium aroma mi instan saja bisa berubah. Jadi lapar. Dan ingin makan lagi. Makan mi instan. Hahaha. Biasanya, biasanya loh ini, mi instan adalah makanan penyelamat anak indekos. Karena murah, meriah, dan mudah. Mereka bisa saja makan sop ayam bawang, kari ayam, soto Betawi, sop buntut, dendeng balado, sampai rendang tapi dalam bentuk mi instan!
(more…)

Saatnya Santap Swike Kodok dan Soto Sapi

Swieke Kuah

Swieke Kuah.

Liburan Idul Fitri lalu, saya pulang kampung! Kalo nggak pulkam, saya dan suami seperti sepasang kara. Karena kebanyakan keluarga kami di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Dalam pulkam atau biasa disebut mudik, kami harus datang ke beberapa kota di Jateng dan Jogja. Seperti Semarang, Purwodadi, sampai Bantul. Di sana, kami nggak hanya berkunjung ke rumah saudara saja. Tapi kami harus mencicipi hidangan khas daerah setempat atau setidaknya, kami menyantap makanan yang terkenal di sana.

Kalau di Semarang, kami makan tahu gimbal. Sebenernya, kami pengen makan tahu pong, tapi warungnya tutup. Di Purwodadi, kami makan Swike Kodok! Ini yang ngangenin. Karena daging kodok empuk kompak dengan kuah berbumbu tauco. Semakin sedap jika ditambah perasan jeruk nipis dan sedikit sambal!
(more…)

[Jajan] Sate Rembiga Ama’ Sopi: Pedas Menggigit

image

Indonesia kaya sumber daya alam. Berbagai jenis sayuran, rempah-rempah, sampai buah tumbuh subur. Hewan tak berkaki hingga berkaki empat juga ada di sini. Sehingga, produk-produk di atas memengaruhi makanannya. Mulai dari kudapan, sup, sampai makanan utama (nasi dan lauk-pauk. Dengan kata lain, kuliner Indonesia sangat beraneka ragam. Benar begitu?

Nah, salah satu kuliner yang menggabungkan produk hewani dan rempah-rempah adalah sate rembiga. Sudah pernah mendengar atau mencicipi sate rembiga? Jika belum, Anda lihat dulu apa dan bagaimana wujud sate tersebut.

Ini adalah pertama kali, saya menyambangi Sate Rembiga Ama’ Sopi. Alasan ke sini, karena diajak teman-teman dan lokasinya mudah dijangkau dari kantor. Jadi, pulang kantor isi perut dulu, sebelum berjibaku di CommuterLine.
(more…)