[Jajan] Mangut: Antara Nostalgia dan Citarasa Ikan Asap

Bagi orang Jawa Tengah dan Yogyakarta atau mereka yang tinggal cukup lama di kedua daerah tersebut, pasti tahu tentang Mangut. Mangut ya, bukan memanggut atau anggut.

Mangut adalah sayur bersantan dengan bumbu dapur (bawang merah dan putih, kencur, jahe, kunyit, cabai merah dan hijau, dll), santan, dan ikan asap (ikan pari (iwak pe), lele, manyung, gabus, dll yang diasap atau panggang secara tradisional). Sekilas tampilan mangut seperti lodeh, tapi rasanya pedas menyengat. Sayur ini banyak dijumpai di warung makan sekitar Jateng dan Yogya terutama daerah Pantura (Semarang, Kudus, Pati, Rembang). Karena kuliner ini butuh ikan dan wilayah pesisir penghasil keluarga ikan.

Di ibukota, warung yang menjual mangut tak banyak. Perlu waktu dan energi buat menjangkaunya. Lebay! Tapi kalau Anda sedang berlibur di daerah tersebut, usahakan mencicipi mangut. Setiap daerah memiliki citarasa berbeda, begitu pula dengan ikan asap yang digunakan. Waktu saya berkunjung ke Semarang, teman-teman mengajak saya makan mangut Kepala Manyung Bu Fat.
(more…)

[Foto] Deretan Cashew Cookies: Reguler dan Bebas Gluten

Beberapa bulan lalu, saya kerap membuat cashew cookies (kukis kacang mete). Sebelum berkutat dengan gluten free, saya membuat cashew cookies reguler alias menggunakan tepung terigu, it means gluten. Nah, sejak getol menemukan komunitas dan bahan-bahan gluten free (bebas gluten), saya lebih sering uji coba resep.

Di sini, saya tidak akan membahas bahan dan cara membuat cookies. Karena Anda bisa menemui resep gluten free cookies di internet, banyak sekali. Dalam tulisan kali ini, saya hanya memperlihatkan foto-foto cookies yang pernah saya buat. Ada yang jelek, lumayan, dan nggak menarik sama sekali. Gagal dan berhasil adalah dua hal yang harus kita hadapi saat memasak (entah cooking atau baking). Tapi percayalah, kukis-kukis itu endes marindes.

Regular Cashew Cookies

Cookies ini terbuat dari tepung terigu, margarine, gula pasir, telur, dan mete yang melimpah. Ada beberapa bagian cookies yang mendapatkan sapuan kuning telur di permukaan (top coating) terlalu banyak. Ada pula yang gosong.

(more…)

[Resep] Minuman Asam Jahe: Bikin Mata Merem Melek

Karena materi soal kuliner masih banyak, jadi artikel (lagi-lagi) masih mengenai memanjakan lidah dan perut khususnya soal minuman. Tapi kali ini tidak sepenuhnya memanjakan. Buat sebagian orang, minuman ini membuat seseorang mengernyitkan dahi, menjulurkan lidah, dan berteriak. Ini minuman apaan sih? Lama-lama ngaco ya, sis?

Minuman Asam Jahe. Pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman itu kan? Asam jahe merupakan salah satu minuman tradisional warisan leluhur. Saya mendapatkan resep plus minuman tersebut dari pak Wied Harry. Jadi ceritanya, pak Wied sering menggelar Pasar Ciheuleut 8-11 setiap Sabtu (sebelum puasa). Nah, setiap ada pasar, pak Wied mengadakan mini workshop. Waktu saya ke sana, workshop-nya membuat minuman asam jahe mentah atau bahasa kerennya Raw Tamarind Ginger Drink.

Kata pak Wied minuman ini bisa meringankan tubuh kita kala terserang demam. Karena minuman memberikan kehangatan tersendiri. Ceilaahh, kehangatan. Katanya juga, asam jahe bisa buat diet, tapi bisa sebaliknya: menambah nafsu makan! Menurut detikHealth, jahe bermanfaat bagi kesehatan, seperti pereda nyeri sendi, pegal, dan nyeri haid, menurunkan gula darah dan ganguan pencernaan, mengontrol kolesterol, mengatasi infeksi, hingga mencegah Alzheimer loh. Sedangkan asam Jawa mampu meredakan nyeri haid, sariawan, dan bisul berdasarkan Nova.
(more…)

[Jajan] Warung Arek2 1927: Buat yang Kangen Makanan Surabaya

Lagi-lagi artikel jajan. Ya mau gimana lagi dong? Kalau nanti nulis soal politik, takut saya (padahal sih nggak ngerti sama sekali), terus kalau salah nanti di-bully di media sosial. Oh tidak. Itu adalah salah satu yang saya takutkan dalam hidup. Untuk ketiga kali berturut-turut, saya mengunggah artikel kuliner. Soalnya, materi kuliner masih banyak tapi malas nulis di blog. Ya biasa lah, pekerjaan saya itu banyak, lebih banyak dari presiden loh. Hehehe. Bohong banget!

Oks. Artikel kali ini saya dedikasikan untuk orang Surabaya yang merantau atau penggemar kuliner Surabaya yang tinggal di kota metropolitan. Karena saya akan menulis warung yang menjual makanan khas Surabaya yang ada di daerah Depok, Jawa Barat, dan Jakarta.

Warung Arek-Arek 1927 Cak More adalah warung kaki lima yang menjual makanan khas Surabaya. Saya dan suami menemukan warung ini secara random. Nggak disengaja. Pas melintasi Jalan Margonda, pas lihat warung pinggir jalan ini.
(more…)

[Jajan] Nasi Goreng Mafia: Aroma Kuat dan Rasa Menyengat

Buat penggemar makanan pedas, Anda harus menyempatkan waktu pergi ke restoran Nasi Goreng Mafia (NGM). Seperti namanya, NGM memiliki beragam manu nasi goreng plus nasi gila dan nasi telur kecap.

Bedanya apa dengan nasi goreng yang dijual abang PKL/warung/restoran lain? Level kepedasan! Sesuai permintaan pembeli, nasi goreng bisa dibuat dengan rasa SUPER DUPER PEDAS! Menurut saya, NGM ini bagian konspirasi para mafia. Gimana nggak konspirasi, kan di mana-mana mafia nggak memperlihatkan diri. Lah ini? Atau nama mafia diambil karena manajemen NGM sudah melihat perilaku mafia yang kejam dengan ancaman pedas? Hahaha.

Meski kehadiran NGM sejak 2013 (kalau nggak salah ya…), saya baru menikmatinya akhir 2015. Saat itu, saya dan suami sedang berada di Terminal Rawamangun. Kami akan berangkat ke Lasem, Jawa Tengah, dijadwalkan pukul 16.00 meski kenyataannya bus berangkat pukul 20.00. Soal jalan-jalan ke Lasem, klik di sini.
(more…)