Lay’s Vs. Pringles sour cream and onion: Lebih enak mana?

Karena terobsesi dengan makanan –baking, kuliner, dan snacking– jadi kali ini, saya menulis soal makanan versus makanan. Lebih tepatnya adalah snack atau keripik kentang dari jenama tersohor. Lay’s dan Pringles rasa sour cream and onion. Sebenarnya, saya sudah lama sekali nggak makan makanan ber-micin. Tapi karena obsesi, ya mau nggak mau beli, makan, merasa enak, setelah itu mual. Hahaha. Well, ini reaksi tubuh saya, mungkin reaksi tubuh Anda berbeda.

Oiya, saya juga terobsesi dengan tayangan Buzzfeed Food, yang membandingkan makanan sama tapi merek berbeda. Oks, mari mulai versus antara Lay’s dan Pringles.
(more…)

Saat Terpikat Gluten Free Cookies

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengurangi konsumsi gluten. Tapi apa daya, saya lemah iman. Kalau melihat fire floss, pizza, atau cheesecake, langsung hap-hap-hap. Eits, ini bukan kasus Saiful Jamil ya! No.

Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada gandum (termasuk tepung terigu (roti, cake, sereal, pasta, pizza) ya, sis) dan padi-padian seperti barley (jali), rye (gandum hitam), oats, triticale, dan spesies plus hibrida sejenisnya. Nggak masalah kan dengan semua itu? Nggak sih. Tapi, makanan berbahan baku gandum dkk. susah dicerna.

Menurut University of Leon, Spanyol (bodycology.com), bakteri baik yang hidup di usus dapat memecah protein gluten, tetapi tidak semua orang memiliki bakteri tersebut. Karena konsumsi antibiotik, ekosistem tubuh bagian dalam terluka, dan stress bisa menghancurkan semuanya, semua. Lebay. Nah, protein gluten ini resisten terhadap enzim pencernaan. Akibatnya, seseorang akan menderita penyakit pencernaan, kembung, mual, diare, poop bau menyengat (kalau dipikir, semua poop kan bau), dan sensitif terhadap gluten. Gluten juga dikaitkan pada perilaku meluap-luap anak autis. Di samping itu, sistem pencernaan anak autis dengan non-autis itu berbeda. Kalau Anda ada pengalaman dengan diet gluten untuk anak autis, tolong tulis di kolom komentar. Agar kita bisa saling tukar informasi ya, sis. By the way, tak masalah jika Anda masih mengonsumsi makanan bergluten sampai sekarang. Namun, tak semua orang bisa menikmati karena kondisi kesehatannya.
(more…)