Natural Bread Recipe by Wied Harry

nanski joewono

Hasil karya peserta kelas Natural Bread by Wied Harry. Semua roti tersebut less gluten, less sugar, no egss, dan menggunakan bahan alami seperti wortel dan kentang.

Hidup sehat itu bertahap, tidak langsung (gaya hidup) berubah semuanya ~ Wied Harry

Nama Wied Harry pasti tak asing di telinga buat penggemar kuliner Nusantara. Pria lulusan IPB ini jago mengenai kuliner, mulai dari pangan lokal, mengolah makanan, bahan natural dan/atau organik, food styling, praktisi food combining, manajemen pangan, apa lagi keahliannya? Ahh, banyak sekali. Yang pasti, asik banget kalau bisa “berguru” dengan pak Wied.

Pada Sabtu (12/03/2016) lalu, saya berkesempatan belajar dengan pak Wied di rumahnya, di daerah Bogor, Jawa Barat. Di sana, saya belajar soal membuat Natural Bread dan seluk-beluk bahan baku yang kita konsumsi sehari-hari. Mengapa harus natural bread?

Jadi begini, seperti kita tahu, di luar sana tak sedikit beredar roti berbahan baku tidak/kurang sehat. Untuk tetap menikmati roti dengan bahan baku berkualitas dan harga terjangkau, sebaiknya mengonsumsi roti vegan. Kalau roti vegan dirasa masih kurang mengundang selera — meskipun sehat, kita bisa mengurangi bahan lain atau membuat natural bread dengan perbandingan bahan natural versus semi natural itu 60% : 40%. Selanjutnya penggunaan bahan natural bisa ditingkatkan lebih banyak lagi.
(more…)

[Jalan-jalan] Menikmati Lasem dari Mulut dan Perut

Ke manapun destinasi saya, makan adalah kuncinya. Apalagi menunya asli daerah setempat, jangan sampai melewatkan kesempatan emas itu! Dan, kuliner daerah yang belum lama ini saya cicipi adalah makanan khas Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Jarak Lasem ke Jakarta tidak pendek. Berdasarkan Google Maps, perlu waktu 10 jam 45 menit untuk menempuh jarak 595 kilometer. Meskipun hal itu mustahil di tengah kemacetan biadab jalur Pantai Utara (Pantura). Belum lagi, jalanan dikuasai oleh truk dan bus AKAP. What a crazy damn thing.

Perjalanan saya menuju Lasem menggunakan jasa transportasi publik, bus Pahala Kencana. Butuh waktu 22 jam untuk sampai tujuan. Perjalanan kali ini sungguh melelahkan.
(more…)