[Resep] Minuman Asam Jahe: Bikin Mata Merem Melek

Karena materi soal kuliner masih banyak, jadi artikel (lagi-lagi) masih mengenai memanjakan lidah dan perut khususnya soal minuman. Tapi kali ini tidak sepenuhnya memanjakan. Buat sebagian orang, minuman ini membuat seseorang mengernyitkan dahi, menjulurkan lidah, dan berteriak. Ini minuman apaan sih? Lama-lama ngaco ya, sis?

Minuman Asam Jahe. Pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman itu kan? Asam jahe merupakan salah satu minuman tradisional warisan leluhur. Saya mendapatkan resep plus minuman tersebut dari pak Wied Harry. Jadi ceritanya, pak Wied sering menggelar Pasar Ciheuleut 8-11 setiap Sabtu (sebelum puasa). Nah, setiap ada pasar, pak Wied mengadakan mini workshop. Waktu saya ke sana, workshop-nya membuat minuman asam jahe mentah atau bahasa kerennya Raw Tamarind Ginger Drink.

Kata pak Wied minuman ini bisa meringankan tubuh kita kala terserang demam. Karena minuman memberikan kehangatan tersendiri. Ceilaahh, kehangatan. Katanya juga, asam jahe bisa buat diet, tapi bisa sebaliknya: menambah nafsu makan! Menurut detikHealth, jahe bermanfaat bagi kesehatan, seperti pereda nyeri sendi, pegal, dan nyeri haid, menurunkan gula darah dan ganguan pencernaan, mengontrol kolesterol, mengatasi infeksi, hingga mencegah Alzheimer loh. Sedangkan asam Jawa mampu meredakan nyeri haid, sariawan, dan bisul berdasarkan Nova.
(more…)

Saat Terpikat Gluten Free Cookies

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengurangi konsumsi gluten. Tapi apa daya, saya lemah iman. Kalau melihat fire floss, pizza, atau cheesecake, langsung hap-hap-hap. Eits, ini bukan kasus Saiful Jamil ya! No.

Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada gandum (termasuk tepung terigu (roti, cake, sereal, pasta, pizza) ya, sis) dan padi-padian seperti barley (jali), rye (gandum hitam), oats, triticale, dan spesies plus hibrida sejenisnya. Nggak masalah kan dengan semua itu? Nggak sih. Tapi, makanan berbahan baku gandum dkk. susah dicerna.

Menurut University of Leon, Spanyol (bodycology.com), bakteri baik yang hidup di usus dapat memecah protein gluten, tetapi tidak semua orang memiliki bakteri tersebut. Karena konsumsi antibiotik, ekosistem tubuh bagian dalam terluka, dan stress bisa menghancurkan semuanya, semua. Lebay. Nah, protein gluten ini resisten terhadap enzim pencernaan. Akibatnya, seseorang akan menderita penyakit pencernaan, kembung, mual, diare, poop bau menyengat (kalau dipikir, semua poop kan bau), dan sensitif terhadap gluten. Gluten juga dikaitkan pada perilaku meluap-luap anak autis. Di samping itu, sistem pencernaan anak autis dengan non-autis itu berbeda. Kalau Anda ada pengalaman dengan diet gluten untuk anak autis, tolong tulis di kolom komentar. Agar kita bisa saling tukar informasi ya, sis. By the way, tak masalah jika Anda masih mengonsumsi makanan bergluten sampai sekarang. Namun, tak semua orang bisa menikmati karena kondisi kesehatannya.
(more…)

Tipe Netizen yang Menyebalkan hingga Menyenangkan, Anda Termasuk yang Mana?

nanskijoewono

Unggahan foto seperti menu makan ini justru lebih populer dibanding pemiliknya

“Ini kan akun gue, jadi gue bebas mau share apa aja,” kata seorang teman menyebalkan kepada saya.

Saya yang mengkritik postingannya –postingan yang saya anggap “memicu” kebencian– cuma bisa diam. Males komentar lagi, sis.

Ya, beginilah era perkembangan teknologi diikuti pamor media sosial (medsos — Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat, dll) makin nge-hits. Ada banyak netizen –dalam hal ini diartikan sebagai pengguna medsos– yang memanfaatkan medsos secara benar. Tapi tak sedikit yang gagap dan bodoh. Mereka pikir, mereka bebas melakukan apa saja dengan medsos. Padahal tak segampang itu, justru penggunaan medsos atau platform digital lainnya membutuhkan tanggung jawab ekstra.

Semakin teknologi berkembang dan memudahkan manusia, tuntutan bertanggung jawab semakin berat ~ Nansays.

(more…)

Natural Bread Recipe by Wied Harry

nanski joewono

Hasil karya peserta kelas Natural Bread by Wied Harry. Semua roti tersebut less gluten, less sugar, no egss, dan menggunakan bahan alami seperti wortel dan kentang.

Hidup sehat itu bertahap, tidak langsung (gaya hidup) berubah semuanya ~ Wied Harry

Nama Wied Harry pasti tak asing di telinga buat penggemar kuliner Nusantara. Pria lulusan IPB ini jago mengenai kuliner, mulai dari pangan lokal, mengolah makanan, bahan natural dan/atau organik, food styling, praktisi food combining, manajemen pangan, apa lagi keahliannya? Ahh, banyak sekali. Yang pasti, asik banget kalau bisa “berguru” dengan pak Wied.

Pada Sabtu (12/03/2016) lalu, saya berkesempatan belajar dengan pak Wied di rumahnya, di daerah Bogor, Jawa Barat. Di sana, saya belajar soal membuat Natural Bread dan seluk-beluk bahan baku yang kita konsumsi sehari-hari. Mengapa harus natural bread?

Jadi begini, seperti kita tahu, di luar sana tak sedikit beredar roti berbahan baku tidak/kurang sehat. Untuk tetap menikmati roti dengan bahan baku berkualitas dan harga terjangkau, sebaiknya mengonsumsi roti vegan. Kalau roti vegan dirasa masih kurang mengundang selera — meskipun sehat, kita bisa mengurangi bahan lain atau membuat natural bread dengan perbandingan bahan natural versus semi natural itu 60% : 40%. Selanjutnya penggunaan bahan natural bisa ditingkatkan lebih banyak lagi.
(more…)